ZAKAT? QURBAN? RIYA'? KESOMBONGAN?

(bahan diskusi)

Assalamu'alaikum wr.wb.

Ada Apa?

Ada orang mau ber-ZAKAT / ber-QURBAN, katanya sih untuk menjalankan perintah Hadits dan Alquran.

Siapa?

Yaa orang-orang yang sudah punya kelebihan hartanya untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-harinya.

Dimana?

Kalo saya lihat di TV2 itu sih ada di berbagai daerah baik di kota besar maupun di kota kecil.

Kapan?

Mungkin sudah terjadi sejak lama, cuma baru sering diekspose akhir-akhir ini saja.

Bagaimana Pelaksanaannya?

Yaa begitulah, banyak nenek-nenek, wanita-wanita dan anak-anak yang tergencet lah, terinjak-injak lah dan lain sebagainya yang serba memprihatinkan, sampai pernah ada korban jiwa gara-gara pembagian zakat (zakat??).




Mengapa Bisa Terjadi?

Naahh itulah permasalahannya. Apakah perintah Zakat / Qurban yang salah? ya nggak mungkinlah, itu kan perintah Alquran.
Apakah niatnya yang salah? yaa bisa juga. kok bisa juga. ya iyalah. Kira-kira apa ya niatnya kok bisa dengan bangganya merasa sukses membagikan Zakat dengan mendatangkan orang-orang yang harus merendahkan harga diri dan martabat mereka untuk mendapatkan secuil daging, recehan uang, maupun barang-barang bekas.
Apakah ada kepuasan tersendiri ketika ada banyak orang tak berdaya sowan kepadanya terus mengelu-elukannya karena seolah-olah dia telah memberikan sesuatu, padahal sesuatu itu memang sudah menjadi HAKnya si miskin.

Bagaimana dengan yang dikelola PANITIA.

Lihatlah di berita-berita TV, tidak tanggung-tanggung, panitianya para pengurus Masjid Istiqlal, apa yang terjadi. yaa begitulah, sama saja, ribut, desak-desakan, kepencet, nggak kebagian dsb. Kadang tidak sengaja airmata menetes ketika melihat korban-korban KETIDAKPECUSAN, KESOMBONGAN, RIYAK dari orang yang mengaku telah banyak pengalaman.

Apakah Tidak Ada Cara Yang Lebih Manusiawi?

Sebenarnya ada banyak cara yang lebih manusawi, lebih memanusiakan para orang-orang yang berhak menerima Zakat, masalahnya apakah mereka mau meninggalkan baju-baju mereka, KESOMBONGAN, RIYAK, & KETIDAKMAMPUANNYA.
Di tempat penulis Zakat & Daging Qurban dibagikan dengan diantar langsung kepada yang berhak menerima, tanpa membagikan GIRIK dulu, sehingga si penerima tidak harus meng-iba dulu untuk mendapatkan secuil daging qurban. (itu kan cuma lima ekor sapi dan 6 ekor kambing, bagaimana kalo ribuan ekor sapi?)
Lha yo sekarang dikembalikan ke PANITIA, mampu nggak bekerja, kalo nggak mampu ya jangan dipaksakan hanya demi sebuah nama, sehingga yang jadi QURBAN malah orang-orang yang berhak menerima.

Masalah.
  1. Wanita, anak-anak, nenek-nenk, tergencet, terinjak, pingsan, tidak kebagian...
  2. Pelaksanaan dari sore sampai pagi baru bisa di bagikan...
  3. ...

Pemikiran.

Mungkin bisa membuat Sub Distributor di panitia-panitia lokal untuk ikut membagikan secara langsung, diantar kepada si penerima,
Merubah / meluruskan niat ketika menjadi panitia Zakat /Qurban.
....

Kesimpulan...

Wassalamu'alaikum wr.wb.




No comments:

Post a Comment